Atambua - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendukung kehadiran Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, sebagai ruang publik yang mendorong interaksi masyarakat, edukasi budaya, dan penerapan pola hidup sehat di wilayah perbatasan.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay saat menghadiri peresmian Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Budaya, Memperkuat Kolaborasi, Memberikan Pelayanan dari Batas Negeri” itu dihadiri Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu, pimpinan instansi CIQS PLBN Motaain, serta undangan lainnya.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu senantiasa mendukung BPJS Kesehatan dalam upaya memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, mengapresiasi BPJS Kesehatan yang menghadirkan ruang publik dengan nilai estetika sekaligus membawa pesan budaya, gotong royong, kolaborasi, dan pelayanan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Taman ini dapat menjadi ruang interaksi, ruang edukasi budaya, sekaligus spot baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke PLBN Motaain. Kami berharap, Taman Budaya Gotong Royong ini tidak berhenti sebagai sebuah pembangunan fisik, tetapi dapat terus dirawat, dimanfaatkan dan dihidupkan dengan berbagai kegiatan budaya, sosial, pelayanan masyarakat maupun kegiatan kreatif lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menjelaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Semangat tersebut diwujudkan melalui tata nilai INISIATIF, yakni Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif.
“Kehadiran taman ini membawa pesan bahwa semangat JKN, kehadiran BPJS Kesehatan, dan nilai-nilai yang kami bawa tidak berhenti di pusat kota, tetapi hadir hingga ke batas negeri,” ujar Vetty.
Ia menambahkan, Taman Budaya Gotong Royong diharapkan menjadi ruang interaksi, edukasi, dan aktivitas masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk berolahraga, membangun kebiasaan hidup sehat, sekaligus memperkenalkan Program JKN dan tata nilai INISIATIF.
“Apa yang kita hadirkan hari ini menjadi bukti bahwa ketika kita bergerak bersama, sebuah nilai dapat diwujudkan menjadi karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Peresmian taman ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah, Bupati Belu, dan Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan.
Kehadiran taman tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama yang terus dimanfaatkan dan dirawat masyarakat, sekaligus memperkuat peran PLBN Motaain sebagai beranda terdepan Indonesia yang merepresentasikan budaya, keramahan, dan semangat gotong royong.








Komentar