|
Menu Close Menu

Bikin Unhas Makin Hijau! Ujian Disertasi Bro Sahar Tawarkan Model Kelola Sampah Berkelanjutan

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB

  


MAKASSAR – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), Saharuddin, dijadwalkan menjalani Ujian Akhir Disertasi pada Selasa, 28 Juli 2026.

Ujian akademik tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 WITA di Ruang Rapat Gedung B Lantai 2 Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.

Informasi mengenai pelaksanaan ujian disertasi Saharuddin dibagikan Ismawan Amir melalui grup WhatsApp Alumni Unhas pada Selasa pagi.

Saharuddin, mahasiswa dengan Nomor Induk Mahasiswa P033231042, akan mempertahankan disertasi berjudul “Model Tata Kelola Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Universitas Hasanuddin.”

Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, yang beberapa bulan sebelumnya juga meraih gelar doktor bidang pemerintahan di Universitas Hasanuddin, disebut akan menghadiri pelaksanaan ujian tersebut.

Saharuddin yang akrab disapa Bro Sahar dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Penulis terakhir kali bertemu dengannya di Rumah Potong Hewan Tamarunang pada 2023.

Tawarkan Model Pengelolaan Sampah Kampus

Dalam disertasinya, Saharuddin menawarkan model tata kelola pengelolaan sampah yang memadukan aspek kebijakan, partisipasi, kolaborasi, inovasi, dan efektivitas implementasi.

Model tersebut dirancang sebagai salah satu upaya mendukung terwujudnya Universitas Hasanuddin sebagai kampus hijau atau green campus yang berkelanjutan.

Penelitian itu berangkat dari meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi. Aktivitas perkuliahan, penelitian, administrasi, kegiatan mahasiswa, hingga operasional fasilitas kampus menghasilkan sampah dengan jumlah dan karakteristik yang beragam.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga diperkuat melalui kebijakan yang terukur, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi dinilai tidak dapat dibebankan hanya kepada unit kebersihan. Diperlukan partisipasi aktif dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra kerja, hingga masyarakat di sekitar kawasan kampus.

Empat Pilar Tata Kelola Sampah Berkelanjutan

Model yang dikembangkan Saharuddin mengintegrasikan empat pilar utama dalam tata kelola sampah berkelanjutan.

Keempat pilar tersebut meliputi kebijakan berbasis bukti, sistem pengelolaan yang berkelanjutan, partisipasi dan kolaborasi para pemangku kepentingan, serta inovasi yang mampu menghasilkan dampak nyata.

Kebijakan berbasis bukti diperlukan agar setiap program pengelolaan sampah disusun berdasarkan data, kondisi lapangan, serta evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, aspek partisipasi dan kolaborasi menjadi bagian penting karena keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kesadaran serta keterlibatan seluruh sivitas akademika.

Adapun inovasi diarahkan untuk menghadirkan metode, teknologi, dan pola pengelolaan baru yang dapat meningkatkan efektivitas sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Integrasi keempat pilar itu diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, partisipatif, dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Dari Pengurangan hingga Daur Ulang

Penelitian Saharuddin juga menempatkan siklus pengelolaan sampah sebagai bagian penting dalam sistem tata kelola lingkungan kampus.

Siklus tersebut dimulai dari upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali.

Konsep reuse dan recycle menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang sekaligus meningkatkan nilai guna material yang masih dapat dimanfaatkan.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh warga kampus.

Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan sampah dapat berkembang dari sekadar kegiatan kebersihan menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan ramah lingkungan.

Dibimbing dan Diuji Akademisi Unhas

Ujian akhir disertasi Saharuddin melibatkan sejumlah akademisi dari Universitas Hasanuddin.

Tim pembimbing terdiri atas:

  1. Dr. Eng. Ir. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.T.
  2. Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si.

Sementara itu, tim penguji terdiri atas:

  1. Dr. Mini Farida, S.T., M.Si.
  2. Prof. Baharuddin, S.T., M.Arch., Ph.D.
  3. Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil.
  4. Prof. Dr. Ir. Eymal Bahsar Demmallino, M.Si.

Dalam ujian tersebut, Saharuddin akan memaparkan hasil penelitian, menjelaskan konstruksi model yang dikembangkan, serta mempertanggungjawabkan temuan disertasinya di hadapan tim penguji.

Diharapkan Menjadi Referensi Perguruan Tinggi

Melalui penelitian ini, Saharuddin berharap model tata kelola yang dihasilkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu lingkungan.

Model tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah di Universitas Hasanuddin serta perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Penerapan model tata kelola yang tepat dinilai dapat memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam mengurangi produksi sampah, meningkatkan kegiatan pemilahan dan pengolahan, serta membangun budaya hidup bersih di lingkungan kampus.

Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memberikan contoh penerapan pembangunan berkelanjutan.

Kampus bukan hanya menjadi tempat menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga laboratorium sosial untuk menerapkan kebijakan lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan semangat “Berilmu, Berinovasi, Berdampak,” disertasi Saharuddin diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam mewujudkan lingkungan kampus Unhas yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Bagikan:

Komentar