|
Menu Close Menu

Gebrakan Jelang Musda REI Sulsel: H. Badris Salam Siapkan Grand Design Properti Inklusif

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB

 


Makassar — Mesin organisasi Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan terus memanas jelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XV. Di tengah riuhnya dinamika internal, nama H. Badris Salam (HBS) mencuat bukan sekadar sebagai penantang kuat, melainkan sebagai figur sentral yang membawa grand design atau cetak biru baru bagi industri perumahan di Bumi Anging Mammiri.


Bagi Badris, Musda XV bukanlah sekadar panggung kontestasi elektoral untuk memperebutkan kursi ketua. Pengusaha properti kawakan ini memosisikan momentum tersebut sebagai titik balik (turning point) untuk melakukan konsolidasi akbar seluruh pelaku industri properti di Sulawesi Selatan.


Langkah ini sejalan dengan visi besar yang ia gaungkan sejak awal deklarasi: "Mewujudkan REI Sulawesi Selatan yang Solid, Inklusif, Bernurani, dan Sejahtera."


"HBS melihat bahwa keselarasan pandangan di antara para pengembang, dari kota hingga ke daerah-daerah, adalah modal utama untuk menghadapi tantangan industri properti ke depan. Ekosistem kita harus inklusif, merangkul semua," ungkap Juru Bicara Pribadi H. Badris Salam, Sahar Ridwan, saat ditemui di Makassar, Jumat (2/10/2026).


Demi mematangkan agenda konsolidasi tersebut, HBS belakangan ini gencar melakukan safari dan komunikasi intensif. Ia membuka ruang silaturahmi seluas-luasnya dengan berbagai faksi di tubuh organisasi, para tokoh senior, hingga menampung aspirasi langsung dari para anggota di level akar rumput.


Respons dari pendekatan 'merangkul' ala HBS ini terbukti efektif. Ratusan berkas dukungan dan surat kuasa dari para voter (pemilik suara) telah terverifikasi dan solid berada di barisan HBS. Namun, alih-alih menjadikannya sebagai alat untuk unjuk gigi secara arogan, HBS justru menjadikan gelombang dukungan tersebut sebagai fondasi untuk membangun kekuatan kolektif yang tak lagi terkotak-kotak oleh skala usaha.


Musda XV ini menjadi ujian pembuktian. Mampukah visi inklusif HBS meruntuhkan ego sektoral dan menyatukan seluruh pengembang dalam satu gerbong besar bernama kemajuan properti Sulawesi Selatan? Jawabannya akan segera terungkap.

Bagikan:

Komentar