|
Menu Close Menu

Mundur dari Bursa Ketua ISMI Kalbar, Wabup Kubu Raya Tantang Pengusaha Muda Ambil Alih Kemudi

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB

 


Kubu Raya - Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kalimantan Barat (Kalbar) dipastikan segera berganti tangan. Wakil Bupati Kubu Raya sekaligus Ketua Majelis Pengurus Wilayah ISMI Kalbar, Sukiryanto, secara terbuka menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri dan menantang para pengusaha muda untuk mengambil alih kemudi organisasi.

Sikap tegas ini dilontarkan Sukiryanto usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-1 ISMI Kalbar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (14/9). Langkah mundur ini sengaja diambil guna membuka keran regenerasi, sekaligus memberi ruang bagi dirinya untuk lebih fokus menunaikan tugas sebagai Wakil Bupati, mengurus keluarga, serta bisnis pribadinya.

Kriteria Nahkoda Baru ISMI Kalbar

Sukiryanto mematok standar khusus bagi suksesornya kelak. Ia menegaskan, keberlangsungan ISMI sebagai lokomotif ekonomi umat sangat bergantung pada niat dan kapasitas pengurus baru. Berikut kriteria utama yang wajib dimiliki kandidat pemimpin ISMI Kalbar:

  • Mental Berkorban: Pemimpin baru harus siap mewakafkan waktu, pemikiran, tenaga, hingga finansial pribadi untuk membesarkan organisasi.

  • Bukan Pencari Untung: Organisasi dilarang keras dijadikan kendaraan pragmatis untuk sekadar mengeruk keuntungan atau kepentingan pribadi.

  • Melek Digital: Pengurus dituntut mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, memperluas jejaring usaha, dan menguasai manuver digital marketing kekinian.

PR Besar Pengurus Selanjutnya

Tantangan terberat kepengurusan mendatang adalah menggenjot pemasaran dari berbagai program unggulan ISMI Kalbar yang sudah beroperasi. Beberapa proyek rintisan tersebut telah menyentuh langsung denyut nadi masyarakat luas, namun masih terganjal daya tembus pasar yang belum maksimal.

Dua program vital yang wajib dikawal dan diekspansi oleh pengurus baru meliputi:

  • Khatulistiwa Global Food: Pabrik pengolahan buah lokal khas Khatulistiwa yang mendesak untuk segera memperluas penetrasi jaringan pasar.

  • Klinik Utama Adinda Mulia: Fasilitas kesehatan penyedia layanan cuci darah (hemodialisis) bagi masyarakat miskin, khususnya yang belum terjangkau kepesertaan BPJS Kesehatan.

ISMI Kalbar dirancang bukan sekadar sebagai ajang kumpul saudagar, melainkan inkubator kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui suntikan darah segar dan manuver lincah dari para pengusaha muda, roda bisnis saudagar muslim di Kalimantan Barat diproyeksikan akan berputar jauh lebih kencang.

Bagikan:

Komentar