MAKASSAR — Gelombang dukungan terhadap Haji Badris Salam menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan bukan lagi sekadar riak kecil. Arusnya kian deras.
Kali ini, tuah dukungan datang dari salah satu tokoh pengembang senior yang malang melintang di industri properti daerah, La Tunreng. Direktur PT Bakti Persada Perkasa tersebut secara terbuka dan tegas menyatakan komitmen politik organisasinya untuk berdiri di barisan Haji Badris Salam (HBS).
Di mata La Tunreng, Badris bukanlah nama kemarin sore. Untuk memimpin organisasi sekelas REI Sulsel, dibutuhkan figur dengan kriteria kepemimpinan yang utuh—dan hal itu ditemukan pada sosok CEO Bumi Pundi Karsa tersebut.
"Haji Badris Salam adalah sosok yang sangat kompeten. Kapasitasnya tidak perlu diragukan lagi untuk memimpin REI Sulsel ke depan. Beliau paham betul seluk-beluk dinamika serta tantangan bisnis properti hari ini," tegas La Tunreng di Makassar, Kamis (17/9/2026).
Menjawab Turbulensi Bisnis Properti
La Tunreng membedah secara analitis mengapa REI Sulsel urgen membutuhkan sosok seperti Badris. Saat ini, industri perumahan di Sulawesi Selatan tengah diadang turbulensi yang cukup kompleks.
Para developer tidak hanya dipusingkan oleh urusan penjualan, tetapi juga kerap terbentur karang regulasi daerah, birokrasi perizinan yang alot, hingga dinamika daya beli pasar yang fluktuatif.
"Oleh karena itu, REI Sulsel membutuhkan nakhoda yang tidak sekadar pandai mencari cuan, tetapi juga kuat secara manajerial dan ulung dalam membangun komunikasi dengan stakeholder terkait," urai La Tunreng.
Syarat Mutlak: Haramkan Dikotomi Besar-Kecil
Meski memberikan restu penuh, La Tunreng menitipkan satu syarat fundamental bagi Badris jika kelak tongkat komando DPD REI Sulsel resmi digenggamnya. Syarat tersebut adalah: Persatuan Tanpa Sekat.
Sebagai senior, ia mewanti-wanti agar tidak ada lagi pembelahan kelas di internal organisasi. Ketua REI harus menjadi payung teduh bagi semua developer, tanpa memandang besaran modal atau portofolio proyek.
"Harapan besar kami, jika beliau kelak terpilih, Haji Badris harus mampu merangkul dan mengayomi seluruh anggota. Tidak boleh ada dikotomi antara pengembang skala besar, menengah, maupun yang kecil," pesan La Tunreng dengan nada kebapakan.
Ia meyakini, kebersamaan dan soliditas adalah pelumas utama untuk membawa roda organisasi REI Sulsel melaju lebih kencang.
Pernyataan sikap dari pucuk pimpinan PT Bakti Persada Perkasa ini jelas memanaskan mesin konsolidasi Badris Salam. Masuknya nama La Tunreng ke dalam daftar panjang tokoh senior yang memberikan restu, menjadi modal sosial politik yang sangat kokoh bagi HBS menuju arena persidangan Musda REI Sulsel mendatang.








Komentar