|
Menu Close Menu

Pascagempa Flores, RS Lapangan Bandara Frans Sales Lega Resmi Beroperasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB

  


 

RUTENG – Di tengah kepungan puing reruntuhan dan tantangan geografis pascagempa Flores, asa kesehatan warga Manggarai kembali menyala.

Hadirnya rumah sakit lapangan (RS Lapangan) berstandar darurat militer dan kemanusiaan kini siap memberikan layanan medis paripurna bagi para penyintas.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bergerak cepat memperkuat sistem jaring pengaman kesehatan di tengah masa darurat.

Secara resmi, RS Lapangan yang berdiri kokoh di Kompleks Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai difungsikan untuk melayani masyarakat, Kamis (27/8/2026).

Pembangunan fasilitas kesehatan darurat yang sempat direncanakan di kawasan Golo Dukal ini digenjot pembangunannya guna menambal kapasitas RSUD Ruteng yang mengalami gangguan struktur akibat hantaman gempa bumi magnitudo 7,7 beberapa waktu lalu.

Kehadiran RS Lapangan ini menjadi jangkar penyelamatan nyawa, khususnya bagi pasien trauma dan korban yang membutuhkan tindakan bedah darurat.

Pada tahap operasional awal, fasilitas ini menyediakan tiga tenda rawat inap berkapasitas total sekitar 60 tempat tidur.

Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Kemenkes telah menyiapkan ekspansi tenda tambahan hingga mampu menampung sedikitnya 100 tempat tidur.

Uniknya, area rawat inap dirancang khusus menggunakan lantai modular yang memudahkan mobilisasi brankar pasien dan perangkat medis, sekaligus menjadi proteksi efektif dari terpaan air hujan.

Ruang Operasi Steril Standar Bencana

Salah satu magnet utama dari fasilitas ini adalah hadirnya tenda khusus ruang operasi steril yang dirancang kedap dan mampu diisolasi secara ketat.

Dilengkapi lampu bedah, meja operasi, serta ruang sterilisasi alat, fasilitas ini mengadopsi standar penanganan darurat yang sebelumnya sukses diterapkan pada operasi kemanusiaan di Sumedang dan Aceh.

"Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau kesiapan fasilitas.

Keberadaan kamar bedah steril ini memastikan para korban patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan dapat segera mendapat tindakan operasi penyelamatan jiwa (lifesaving) tanpa harus bergantung pada gedung rumah sakit utama yang belum sepenuhnya pulih.

Menkes Budi bahkan memastikan konsep serupa akan direplikasi ke Kabupaten Nagekeo guna memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan regional Flores.

Diawali Prosesi Adat dan Peresmian oleh Bupati

Operasional perdana RS Lapangan Bandara Frans Sales Lega diawali dengan nuansa kearifan lokal yang kental.

Prosesi penyambutan ditandai dengan pelaksanaan upacara adat Tesi oleh para tokoh adat dari Gendang Kumba sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan bagi operasional fasilitas kesehatan tersebut.

Peresmian operasionalnya dilakukan secara langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit.

Di hadapan para tenaga medis, relawan, dan unsur Forkopimcam, Herybertus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemenkes RI, Komisi IX DPR RI, Pemprov NTT, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu memulihkan sektor kesehatan Manggarai.

Dengan beroperasinya RS Lapangan ini, pemerintah optimistis rantai evakuasi medis, penanganan trauma, hingga distribusi logistik kesehatan dapat terintegrasi secara cepat dan aman, sembari proses rehabilitasi infrastruktur permanen terus digarap.
Bagikan:

Komentar