|
Menu Close Menu

KSP: Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik

Sabtu, 13 Juni 2026 | Juni 13, 2026 WIB

 


Jakarta - Istana Presiden akhirnya angkat bicara mengenai maraknya kritik publik atas kebijakan pemerintah di media sosial serta kegiatan unjuk rasa yang dilakukan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Ia memastikan pemerintah selalu membuka ruang pendapat dan kritik.

"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik," kata Dudung lewat keterangan videonya kepada media, Kamis (11/6/2026).

Karena itu, Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk memahami kritik dan adu domba. "Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional. "Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa," ujar purnawirawan yang pernah menjabat KSAD tersebut.

Ia lantas menyebut berbagai peristiwa yang pernah menguji keutuhan bangsa, seperti pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, hingga berbagai gerakan separatis yang berupaya memecah belah Indonesia. Selain itu, konflik di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, dan sejumlah wilayah di Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kendati sebagai bangsa kerap menghadapi pelbagai tantangan, Dudung menegaskan Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki warisan luhur berupa semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang mengajarkan persatuan dalam keberagaman.

Satu hal, Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan adil. Dudung mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan dan bekerja bersama demi meraih cita-cita Indonesia Emas 2045. "Mari kita, sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Terakhir, Dudung pun berharap perjalanan sejarah bangsa Indonesia dapat menjadi bahan refleksi dan introspeksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. "Akhirnya, rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak refleksi dan introspeksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat," tukasnya.

Bagikan:

Komentar