|
Menu Close Menu

Jejak Gelap Logistik BBM Industri: Berizin di Jawa, Tangki PT Nirmala Fortuna Abadi Justru Bawa Petaka di Sulawesi

Jumat, 24 April 2026 | April 24, 2026 WIB

 



LUWU – Tabrakan maut yang melibatkan Bus Remaja Jaya dan sebuah truk tangki BBM industri berwarna biru-putih di Jalan Topoka, Belopa, Kabupaten Luwu, Selasa (21/4/2026) dini hari, bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Insiden tragis yang merenggut nyawa ini justru menguak tabir kejanggalan operasional dan karut-marutnya pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) industri lintas pulau.

Sorotan utama jatuh pada armada tangki maut bernomor polisi B 9013 UFW milik PT Nirmala Fortuna Abadi. Berdasarkan penelusuran regulasi, kehadiran armada perusahaan angkutan BBM industri ini di jalur trans-Sulawesi merupakan sebuah anomali besar yang menabrak aturan hukum.

Sebagai entitas niaga yang bergerak di bidang pengangkutan BBM Industri, PT Nirmala Fortuna Abadi terikat pada ketentuan ketat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Merujuk pada dokumen Nomor: 296/1/IU/ESDM/PMDN/2023, izin operasi niaga pengangkutan perusahaan tersebut seharusnya terkunci hanya untuk wilayah usaha di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Lantas, mengapa armada tangki industri bermuatan solar ini bisa "nyasar" hingga ke wilayah Sulawesi Selatan? Pelanggaran batas wilayah operasi ini memunculkan pertanyaan kritis terkait standar operasional prosedur (SOP) logistik, potensi penyalahgunaan kuota BBM, hingga lemahnya verifikasi dokumen pengangkutan migas oleh otoritas terkait di daerah.

Aroma kejanggalan di lokasi kejadian (TKP) kian menyengat sesaat setelah insiden. Saksi mata membeberkan adanya upaya sistematis untuk menutupi jejak perusahaan. Tulisan "PT Nirmala Fortuna Abadi" yang melekat pada badan tangki biru tersebut secara sengaja dan terburu-buru ditutupi menggunakan lakban hitam.

Tragedi yang terjadi sekitar pukul 03.00 WITA ini bermula saat armada tangki PT Nirmala Fortuna Abadi melaju tak terkendali dan keluar jalur. Di saat bersamaan, Bus Remaja Jaya rute Makassar menuju Bonebone, Luwu Utara, melintas. Tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan.

Nahas, bus yang kehilangan kendali akhirnya menghantam fasilitas tempat wudhu dan kamar mandi Masjid Al Ikhwan di pinggir jalan.

"Beruntung belum masuk waktu salat Subuh. Kalau pas jamaah sedang wudhu, korban pasti lebih banyak lagi," ungkap Irsyad, salah seorang warga setempat.

Dalam insiden tersebut, kernet (sopir bantu) mobil tangki tewas di tempat akibat benturan keras, sementara kedua pengemudi dilarikan ke rumah sakit.

Lebih mengejutkan lagi, saat polisi melakukan olah TKP, ditemukan barang bukti yang diduga kuat sebagai alat hisap narkotika jenis sabu. Petugas menemukan pipet dan tutup botol air mineral yang telah dilubangi di dalam kabin truk tangki tersebut—sebuah temuan yang mengindikasikan hancurnya standar keselamatan kerja dari vendor pengangkutan BBM tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Luwu, IPDA Indar, membenarkan penemuan alat hisap sabu tersebut dan menyatakan barang bukti telah diamankan.

"Saat ini kedua pengemudi masih dalam perawatan medis, sehingga belum bisa dimintai keterangan secara maksimal. Pemeriksaan lanjutan segera dilakukan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kelalaian dan dugaan penggunaan narkoba," tegas IPDA Indar.

Kini, publik dan para pelaku industri logistik di Sulawesi Selatan menanti ketegasan aparat, tak hanya dari kepolisian terkait delik pidana lalu lintas dan narkotika, tetapi juga ketegasan BPH Migas dan Ditjen Migas ESDM untuk mencabut atau memberikan sanksi tegas atas pelanggaran izin wilayah niaga PT Nirmala Fortuna Abadi.

Bagikan:

Komentar