Sleman - Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme Dian Amanah, mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang diisi dengan pelatihan azan dan iqamah itu merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah, dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon/Kecamata Ngaglik untuk memberikan bimbingan spiritual kepada anak berkebutuhan khusus.
Tiga penyuluh agama Islam dari KUA Ngaglik, yakni Wahyu Nurul Ilmiyati, Muhammad Syaiful Ghozi, dan Tarwadi, diterjunkan untuk mendampingi para siswa. Mereka memberikan materi tentang tata cara azan dan iqamah sebagai bekal keterampilan dasar ibadah.
Pelatihan itu tidak hanya bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam kehidupan sosial.
Kepala SLB Autisme Dian Amanah, Ummu Afifah, menyatakan materi pelatihan azan dan iqamah sangat relevan dengan kebutuhan siswa.
Menurut Ummu, beberapa siswa sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti lomba azan, sehingga pendampingan dari penyuluh agama sangat bermanfaat untuk memperbaiki pelafalan mereka.
“Anak didik kami sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba azan, sehingga materi itu sangat bermanfaat untuk memperbaiki lafaz mereka. Kami sangat berterima kasih atas pendampingan para penyuluh KUA yang telah sabar memberikan bimbingan kepada seluruh siswa kami,” ujar Ummu Afifah.
Kegiatan Pesantren Ramadan dilaksanakan pada jam sekolah dengan pendampingan langsung dari guru dan kepala sekolah. Para penyuluh menyampaikan materi dengan pendekatan yang sabar dan komunikatif agar pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh siswa autisme.
Sementara itu, perwakilan KUA Ngaglik, Handoyo, menyambut positif sinergi yang telah terjalin. Menurutnya, program itu sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena semakin mempererat kerja sama yang telah terjalin lama antara pihak KUA dan sekolah. Program ini juga sangat mendukung visi Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Handoyo.








Komentar