|
Menu Close Menu

KKP Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Sumenep, Dorong Produktivitas Pesisir

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB

 



Sumenep – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, program KNMP dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

“Program KNMP memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan produktivitas para nelayan di Kabupaten Sumenep,” ujar Menteri saat meninjau lokasi, Selasa (3/3/2026).

KNMP Desa Dapenda tidak berhenti pada aktivitas penangkapan ikan. Program ini mengintegrasikan hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana penunjang produksi hingga akses pengolahan dan pemasaran.

Sejumlah fasilitas dibangun untuk menopang ekosistem usaha nelayan, antara lain pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, serta sarana pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menjaga mutu hasil tangkapan agar tetap segar dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Ikan yang kualitasnya terjaga berdampak terhadap harga jual. Dengan dukungan sarana ini, mutu tangkapan bisa dipertahankan sehingga ekonomi masyarakat nelayan meningkat,” jelasnya.

Kabupaten Sumenep sebagai daerah kepulauan memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap dan budidaya. Karena itu, Menteri menyatakan akan berkoordinasi dengan Bupati Sumenep guna mengkaji kemungkinan penambahan titik KNMP di wilayah lain.

“Daerah dengan karakter kepulauan menyimpan sumber daya perikanan yang melimpah. Dukungan infrastruktur seperti KNMP menjadi kunci agar potensi itu memberi dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Di Desa Dapenda sendiri, KNMP mencakup 1.893 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Tercatat terdapat 31 perahu tradisional yang aktif melaut dan menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Salah seorang nelayan setempat, Suryanto, mengaku merasakan langsung manfaat pembangunan tersebut, terutama keberadaan pabrik es yang mempermudah persiapan sebelum melaut.

“Sekarang jarak pengambilan es lebih dekat, jadi lebih efisien dan hemat waktu. Ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Hadirnya KNMP di Desa Dapenda menandai transformasi pendekatan pembangunan pesisir yang tidak hanya berbasis bantuan, tetapi berbasis penguatan sistem usaha. Dengan dukungan sarana produksi dan akses pasar, nelayan diharapkan semakin berdaya, produktif, dan sejahtera.

Bagikan:

Komentar