|
Menu Close Menu

Dekranas Dorong Kriya Berkelanjutan untuk Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB


Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kerajinan nasional sebagai strategi meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia di pasar global. Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagai bahan baku kerajinan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk agar mampu memenuhi tuntutan pasar internasional.


Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian mengatakan, isu keberlanjutan menjadi fokus utama HUT ke-46 Dekranas yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2026, melalui tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia.


"Sebagian besar bahan baku kerajinan berasal dari sumber daya alam yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan keberlanjutan, kita berharap nilai tambah produk kerajinan Indonesia meningkat dan lebih mudah diterima di pasar internasional," ujar Tri Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7/2026).


Menurut Tri Tito, tingginya perhatian terhadap aspek keberlanjutan juga tercermin dari antusiasme daerah mengikuti penyelenggaraan HUT Dekranas tahun ini. Hingga awal Juli, sekitar 300 stan telah dipesan oleh peserta dari berbagai provinsi serta kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Tingkat kesiapan penyelenggaraan pun telah mencapai sekitar 90 persen.


Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-46 Dekranas akan menjadi ruang promosi bagi produk-produk kriya unggulan daerah untuk memperluas akses pasar, termasuk membuka peluang ekspor bagi para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, mengatakan, tema tahun ini menandai penguatan arah pengembangan sektor kerajinan nasional. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing perajin, HUT ke-46 Dekranas lebih menekankan pentingnya proses produksi yang berkelanjutan. "Kalau tahun lalu temanya Perajin Berdaya Mendunia, fokusnya kepada peningkatan kapasitas dan daya saing para perajin. Sementara yang lebih ditekankan pada HUT Dekranas kali ini adalah betapa pentingnya proses berkelanjutan dalam pembuatan kerajinan tangan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo, mengatakan, penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas diharapkan semakin memperluas promosi produk kriya nasional sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap karya para perajin Indonesia. "Kami mengajak masyarakat, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan media untuk bersama menyukseskan HUT ke-46 Dekranas," kata Indri.


Sebagai tuan rumah, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, menyatakan, seluruh persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui koordinasi antara Dekranas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, organisasi perangkat daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.


Melalui penyelenggaraan HUT ke-46 di Makassar, Dekranas berharap penguatan prinsip keberlanjutan dapat semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat kriya berbasis budaya dan kreativitas, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kerajinan nasional.

Bagikan:

Komentar